Kamis, 26 Maret 2020

Kata-Kata Bijak

KATA-KATA BIJAK
oleh: Helena Vidamsi Alung



1. Catatan adalah hafalan terbaik
    Menulis adalah memori yang Unlimited
    Membaca adalah permanen ingatan
2. Jangan pernah menyesali semua yang telah terjadi, karena semua itu 
    adalah jalannya menuju takdir.
3. Aku hanya menegurmu sekali, dan tidak akan lebih. Selebihnya 
    adalah pengalamanmu sendirilah yang akan menegurmu berkali-
alungblogadrees.blogspot.com

Selasa, 10 Desember 2019

Kiprah sang Mahasiswa di Kaki Gunung Ebulobo, Desa Selalejo

alungblogadress.blogspot.com
Kiprah Sang Mahasiswa di Kaki Gunung Ebulobo, Desa Selalejo
Selalejo, adalah keluargaku
Kita adalah keluarga ketika kita saling mengenal
Desa Selalejo di kaki gunung Ebulobo, Nagekeo
Hy guys, terima kasih dan selamat datang di blog saya mari membaca dan dapatkan ilmunya. Semoga terhibur. Selamat Membaca*

Mahasiswa dalam pandangan dunia menjadi pion penggerak yang dapat memberikan dampak perubahan (agent of change). Alasan kuat atas pandangan tersebut karena mahasiswa merupakan manusia terdidik dan mempunyai pengetahuan yang banyak.  Mahasiswa kini telah dipercaya dan diyakini oleh sebagian masyarakat sebagai yang maha tahu dalam segala aspek kehidupan baik ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Mahasiswa Pendidikan Fisika bersama SDN Wolotoba, foto bersama setelah kegiatan pameran alat peraga/media pembelajaran fisika

Kekuatan mahasiswa bersumber dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diamanatkan dalam Perguruan tinggi  yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Dari ketiga poin tersebut yang menjadi sorotan dan menjadi  pengaruh terbesar terhadap kualitas dan nilai universitas ditengah masyarakat adalah pengabdian. Mengapa demikian? Karena pengabdian melibatkan mahasiswa berada ditengah masyarakat, bekerja, dan membawa pengetahuan.
Julukan mahasiswa sebagai duta perubahan sangatlah miris apabila tidak ada bukti dan kerja nyata seorang mahasiswa terhadap masyarakat. Mahasiswa telah dibekali banyak ilmu, dimana ilmu tersebut harus ditransfer kepada masyarakat dengan berbagai program yang merupakan ide dari mahasiswa itu sendiri.
Universitas Flores merupakan Universitas pertama yang ada  didaratan Flores yang berdiri pada tahun 1980. Universitas Flores (Uniflor) memiliki 8 fakultas dan 16 program studi. Salah satu program studi di Uniflor adalah Program Studi Pendidikan  Fisika. Program Studi pendidikan Fisika telah melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat pada  waktu yang telah berlalu pada tanggal 27 November 2019 sampai 02 Desember 2019 di kampung pusu, desa Selalejo, kecamatan Mauponggo, kabupaten Nagekeo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dikemas dengan nama Kemah Kerja Ilmiah Mahasiswa (KKIM) yang menjadikan mahasiswa sebagai fasilitator menggerakan masyarakat kepada perubahan. Menggerakan masyarakat bukan hanya dari mahasiswa itu sendiri melainkan melalui mahasiswa juga menghadirkan ahli/tokoh bicara dalam bidangnya masing-masing termasuk dosen program studi pendidikan fisika.
Desa Selalejo adalah tempat tujuan mahasiswa pendidikan fisika dalam melakukan kegiatan KKIM (Rabu, 27/11/2019) yang melibatkan 80 orang mahasiswa pendidikan Fisika semester I, semester II, semester III, semester V, dan semester IX bersama dengan ketua program studi bapak Adrianus Nasar, S.Si.,M.Pd.Si, para dosen diantaranya bapak Richardo Barry Astro, S.Pd.,M.Si.P, Bapak Hamsa Doa, S.Pd.,M.Pd, Bapak Yulius Saprianus Dala Ngapa, S.Si.,M.Si, seorang pegawai program studi pendidikan fisika bapak Paulus Wangga dan dua security.
Kegiatan KKIM ini tentu telah direncana oleh panitia KKIM sedemikian rupa sejak 3 minggu sebelum kegiatan ini berlangsung diantaranya membuat permohonan kepada pihak desa, melakukan usaha gali dana, mempersiapkan perlengkapan seminar, mempersiapkan media pembelajaran fisika dan pelengkapan pelatihan pengolahan makanan lokal dan masih banyak lagi.
Kegiatan ini berlangsung selama 6 hari sejak tanggal 27 November 2019 sampai tanggal 02 Desember 2019. Penulis akan menceritakan 6 kiprah mahasiswa uniflor di kaki gunung Ebulobo di Desa Selalejo.
1.    Hari pertama “keberangkatan”
Pada tanggal 27 November 2019, mahasiswa pendidikan fisika, para dosen, pegawai, securiry, ketua program studi, dan dekan mengikuti acara pelepasan dan peresmian KKIM yang diresmikan oleh Dekan FKIP bapak Tomi Roe. Setelah itu kami berangkat dari Universitas Flores pukul 09.00 WITA. Dalam perjalanan yang paling menyenangkan adalah musik DJ Diki Dang. Meskipun pusing tetapi tetap terhibur. Sampai di Desa Selalejo sekitar pukul 13.00 WITA dan disambut derasnya air hujan dan ditemani oleh hangatnya kopi Selalejo. Sehabis minum kopi kami dipersilahkan makan siang dengan menu ala Mayang. Setelah makan, minum dan istirahat sebentar di rumah bapak Kepala Desa, diadakannya pembagian tempat penginapan yang dibagi disetiap RT yang dibacakan oleh Ibu koordinator seksi acara. Kami pun diantar oleh masyarakat setempat menuju rumah yang telah disiapkan untuk kami tempati kurang lebih satu minggu.
2.    Hari kedua “seminar sehari masyarakat”
Pada hari yang kedua, kegiatan seminar sehari untuk masyarakat desa Selalejo. Pada seminar dengan tema “Mewujudkan Desa yang Mampu Membangun Kesejahteraan dan Perekonomian Masyarakat” kami menghadirkan dua orang pemateri yaitu dari dinas pertanian bapak Yosep Weku dan juga dari dosen program studi Pendidikan Fisika bapak Aloisius Harso, S.Si.,M.Pd tentang Sains dan Lingkungan.
Materi dari dinas pertanian tentang pemberatasan hama pada tumbuhan Kakao, kopi, dan cengkeh. Sedangkan materi sains dan Lingkungan menegaskan bahwa sains merupakan cara berpikir untuk menghadapi segala masalah, dimana sains berperan sebagai penyaring dan penelaah. Sains juga dapat menghasilkan berbagai teknologi seperti Hp, televisi, makanan instan dan lain-lain yang akan berdampak pada lingkungan. Dampak itu seperti sampah, hoax, kemudahan dan lainnya yang bernilai positif dan juga negatif yang hidup dan di konsumsi oleh masyarakat. Oleh karena masyarakat dituntut untuk mampu bersikap sains agar dapat mengendalikan perkembangan teknologi serta menjaga lingkungan.
seremonial pembuka seminar sehari untuk masyarakat desa Selalejo
3.    Hari ketiga “seminar di sekolah, pameran media pembelajaran fisika, pelatihan pengolahan makanan lokal”
Pada hari ini (29/11/19), kami segenap mahasiswa program studi pendidikan fisika terlibat aktif dalam kegiatan KKIM bersama para dosen melakukan seminar di sekolah, pameran media pembelajaran fisika, dan pelatihan pengolahan makanan lokal.
Seminar yang diselenggarakan di sekolah SMPN Satap Mauponggo dengan tema “Mewujudkan Generasi Sehat dan Cerdas dalam Pergaulan dan Teknologi”. Materi yang dipaparkan adalah pengolahan sampah oleh pa Yulius, Dampak Penggunaan teknologi, Khususnya Hand Phone oleh pa Bary, dan pergaulan bebas oleh pa Hamsa yang dihadiri oleh peserta seminar SMP kelas IX.
Dalam waktu yang  bersamaan tim akademik turun ke sekolah juga melakukan pameran media pembelajaran fisika kepada siswa SMP kelas VIII, kelas VII, dan siswa SDK Pusu dan SDN Wolotoba kelas VI. Alat peraga atau media yang di pamerkan adalah siklus air, gerhana bulan, gunung meletus, lift hidrolik sederhana, mobil mainan bertenaga udara, meniup balon dengan cuka, gaya gesek, tekanan hidrostatis, mengukur tegangan menggunakan multimeter,sistem tata surya, dan bom air.
menjelaskan teori bumi menggunakan media poster
Dalam ruang yang berbeda ada sang koki, Mayang sari memberikan pelatihan pengolahan makanan lokal yaitu ubi talas kepada masyarakat selejo yang dihadiri para ibu dari desa Selejo.

4.    Hari keempat “bakti sosial dan pentas seni”
Setelah  tiga hari berlalu, rasa nyaman di desa Selalejo kini semakin bertambah. Keluarga baru yang ku kenal sangatlah baik dan ramah. “The Renol family” menjadi keluarga yang sangat ku rindukan. Hari-hariku dan sahabat ku Oa Elvi Lein di perlakukan dengan baik dan sangat nyaman. Desa selalejo memberikan banyak pengetahuan dan juga pelajaran. Banyak hal yang tidak pernah kami lakukan selama kami belajar di Uniflor Ende dan kami pun merasakan apa yang masyarakat rasakan. Kami membantu masyarakat Selalejo membuat bak air. Meskipun sangat melelahkan tetapi dengan tulus dan semangat yang masih berkobar sehingga saya, dan juga teman-teman bersama para dosen tetap berlarian mengangkat pasir.  Kegiatan ini berlangsung dari pagi pukul 08.00 sampai sore pukul 15.00. kami pun pulang menuju rumah bapak kepala desa membantu mayang dan kawan-kawan mempersiapkan menu makan malam kesenian. Sekitar pukul 17.00 saya bersama Oa Elvi kembali ke penginapan untuk membersihkan badan dan mempersiapkan diri menjelang malam kesenian.
bakti sosial, mahasiswa pendidikan  Fisika di penginapan RT 01 membantu masyarakat membuat bak air

Pada malam kesenian, Oa elvi berperan sebagai master of ceremoy sedangkan saya sebagai salah satu dari empat orang penari benggong. Yang dipentaskan pada malam kesenian diantara tarian benggong, puisi berantai, puisi untuk mantan, dance, dan vocal group ojon CS. Sedikitnya hiburan yang dipersembahkan oleh mahasiswa pendidikan Fisika tetapi tetap terhibur.
5.    Hari kelima “ paduan suara dan acara perpisahan”
Pada hari yang kelima adalah detik-detik kebersamaan terakhir bersama masyarakat desa Selalejo. Pada hari ini mahasiswa pendidikan Fisika mempersembahkan suara yang cukup memuaskan. Meskipun tidak seindah suara “Agnes Monika” lantunan kasih di persembahkan dengan tulus hati.  Paduan suara yang bergema di samping pojok altar gereja stasi St. Rosario.
anggota paduan suara
          Di desa selalejo juga terdapat sebuah kampung adat yang terletak diatas ketinggian. Pemandangan sangat indah dan memukau, penduduknya pun ramah dan baik hati
pemandangan bukit kampung adat
6.    Hari keenam “kembali ke kota pendidikan, Ende”
Enam hari mahasiswa/mahasiswi Universitas Flores pendidikan Fisika telah berkiprah di kaki gunung Ebulobo desa Selalejo, mauponggo, kabupaten Nagekeo.  Pada hari ini seluruh rangkaian kegiatan telah selesai dan waktunya untuk kembali ke kota pendidikan, Ende. Rasa sedih dan haru menghiruk pikuk suasana hati. Rindu kepada keluarga baru dan juga saudara tak sedarah, tetapi waktu yang mempertemukan dengan cara mengucapkan sampai jumpa.

Terima kasih tak terhingga kepada keluarga yang baru “the Renol Family” dan juga masyarakat Desa Selalejo. You are the best, you always in my heart.
the Renol family